Kamis, 11 Agustus 2016

Ketua PCNU Subang Masuk Bursa Calon Ketua PWNU Jabar

Konferensi Pengurus Wilayah NU Jawa Barat akan segera dilaksanakan, salah satu nama yang muncul dalam bursa calon Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat adalah KH Musyfiq Amrullah yang saat ini menjadi Ketua PCNU Subang.

"Pada prinsipnya Ketua PCNU Subang tidak mencalonkan karena masa jabatan PCNU masih ada 2 tahun lagi, tapi ada beberapa PCNU di Jawa Barat yang mendorong beliau untuk maju dalam konferwil, karena di calonkan ya beliau Insya Allah siap maju"Ungkap KH Dadan Hamdani, Wakil Ketua PCNU Subang usai Reboan di PCNU setempat. Rabu (10/8)

Ditambahkannya, ada salah satu utusan calon Ketua PWNU yang sowan ke beberapa Ketua PCNU untuk meminta dukungan, namun utusan tersebut malah diminta untuk silaturahim terlebih dahulu ke Ketua PCNU Subang.

"Jika Ketua kami dipercaya jadi Ketua PWNU Jabar, kami optimis beliau bisa membawa PWNU dengan baik"Tandas pria yang akrab disapa Kang Dadan itu

Kiai Musyfiq, kata dia, punya rekam jejak yang baik saat ia memimpin PCNU Subang, indikatornya adalah sebelum Kiai Musyfiq menjadi Ketua, PCNU Subang sering disebut 'ashabul kahfi' yang terlalu lama 'tidur' karena tidak ada kegiatan.

"Alhamdulillah setelah Kiai Musyfiq naik jadi Ketua PCNU, oleh PWNU Jabar, PCNU Subang disebut masuk kategori lima besar PCNU Jawa Barat yang aktif dalam menjalankan roda organisasinya"ungkapnya

Menurut Kang Dadan, PCNU Subang bisa masuk kategori lima besar tersebut karena salah satu program unggulan Kiai Musyfiq di PCNU Subang adalah pertemuan mingguan yang digelar setiap hari rabu atau sering disebut 'Reboan', dari pertemuan reboan itu banyak menghasilkan ide-ide segar dalam menyikapi aneka permasalahan yang mencakup organisasi, program kerja hingga masalah sosial keagamaan.

Jumat, 04 Maret 2016

Nadzaman Whatsapp

Entah siapa pengarang nadzaman ini, saya dapat dari salah satu Grup WA. Sangat bagus dan kreatif....


ﺣُﺴﻦ ﺍﻻﻛﺘﺴﺎﺏ ﻓﻲ ﻧﻈﻢ ﺿﻮﺍﺑﻂ ﺍﻟﻮﺗﺴﺎﺏ
HUSNUL IKTISAB
NADZAM TENTANG UNDANG-UNDANG MENGGUNAKAN WHATSAPP

ﻟﻠﻪِ ﺣَﻤْﺪِﻱ ﻭَﺻَﻠَﺎﺗُﻪُ ﻋَﻠَﻲ * ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺍَﻟِﻪِ ﺫَﻭِﻱ ﺍﻟﻌُﻠَﺎ

Hanya untuk Allah segala puja-pujikua. Dan shalawat senantiasa tercurah kepada Kanjeng nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beserta keluarga beliau yang mulia.

ﻭَﺑَﻌْﺪُ : ﻗَﺪ ﺍَﻭْﻟَﺎﻙَ ﺭَﺑِّﻲ ﻧِﻌَﻤَﻪ * ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻜُﻦْ ﻋَﻦْ ﺷُﻜْﺮِﻫِﻦَّ ﺫَﺍ ﻋَﻤَﻪ

Wa Ba'du: Sungguh Allh telah memberikan anda kenikmatan, maka karena itu janganlah buta untuk mensyukurinya

ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺍَﺧِﻲ ﺑَﺮْﻧَﺎﻣَﺞ ﺍﻟﻮَﺗْﺴﺎﺏ * ﻭَﻫﻮَ ﺍِﻟَﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳْﻦ ﺫَﻭِﺍﻧْﺘِﺴَﺎﺏ

Diantaranya adalah program Whatsapp yang sangat istimewa

ﻻَ ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻓِﻲ ﻋَﺼْﺮِﻧَﺎ ﺍِﻫْﻤَﺎﻟُﻪُ * ﻟَﺎ ِﺳﻴَّﻤَﺎ ﺍِﻥ ﺍﺣﺴِﻦَ ﺍﺳْﺘِﻌْﻤَﺎﻟﻪُ

Pada era ini tidak pantas gak pakai Whatsapp, terlebih untuk kebaikan

ﻣﻦ ﻓﻮﺍﺋﺪ ﺍﻟﻮﺗﺴﺎﺏ
FAEDAH-FAEDAH WHATSAPP

ﻗَﺪْ ُﺷﻐِﻞَ ﺍﻷَﻧَﺎﻡُ ﺑِﺎﻟﻮَﺗْﺴَﺎﺏ * ﺫَﺍ ﺍﻟﻌَﺼْﺮَ ﻓَﻬْﻮَ ﻟِﻠْﻌُﻘُﻮْﻝِ ﺳَﺎﺏ

Sekarang manusia keranjingan dengan Whatsapp, karena memang sangat menarik

ﻭَﻫْﻮَ ﻭَﻟَﺎ ﺭَﻳْﺐَ ﻋَﻈِﻴْﻢُ ﺍﻟﻔَﺎﺋِﺪَﺓ * ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍﻟﺨَﻴْﺮُ ﻓِﻴْﻪِ ﺭَﺍﺋِﺪَﻩ

Tak disangsikan Whatsapp itu sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang ingin mendapatkan kebaikan

ﻓَﻠَﺎ ﻳَﻔُﺘﻚَ ﺑَﻞْ ﻓِﻨَﺎﺀَﻩُ ﺍﻗْﺘَﺤِﻢ * ﻓَﻬْﻮَ ﻭَﺳِﻴْﻠَﺔُ ﺍِﻟَﻲ ﻭَﺻْﻞِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻢْ

Jadi, jangan lewatkan dan pergunakanlah, Karena Whatsapp adalah bisa jadi sarana untuk silaturahmi

ﻳُﻘَﺮِّﺏُ ﺍﻷَﻗْﺼَﻲ ﻭَﻳُﺪْﻧِﻲ ﺍﻷَﺑْﻌَﺪﺍ * ﻓَﻜَﻢ ﺑِﻮَﺻْﻞ ٍﻗَﺪْ ﺣَﺒَﺎ ﻭَﺍَﺳْﻌَﺪَﺍ

Whatsapp bisa juga mendekatkan yang jauh dan dengan pertemuan di Whatsapp hati menjadi tentram dan bahagia

ﻭَﻛَﻢْ ﻳَﺒُﺚُّ ﻓِﻴْﻪِ ﻛُﻞُّ ﻣَﺎﻫِﺮ * ﻣِﻦْ ﻓِﻘْﻬِﻪِ ﻧَﻔَﺎﺋِﺲَ ﺍﻟﺠَﻮَﺍﻫِﺮ

Orang cerdas bisa menuangkan mutiara-mutiara indah di dalamnya

ﺗَﻠْﺘَﻘِﺢُ ﺍﻷَﻓْﻬﺎﻡُ ﻭﺍﻟﻌُﻘﻮﻝُ * ﻓﻴﻪِ ﻛﻤﺎ ﺗُﻨْﺘَﺨَﺐُ ﺍﻟﻨُّﻘﻮﻝُ

Whatsapp bisa jadi arena musyawarah dan bisa menampilkan dalil-dalil pilihan

ﺗَﻘْﺮَﺃُ ﺃﻭْ ﺗَﺴْﻤَﻊُ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺪُّﺭَﺭﺍ * ﻻ ﺗَﺨْﺘَﺸِﻲ ﻣِﻨْﻪُ ﺃﺫًﻯ ﺃﻭْ ﺿَﺮَﺭﺍ

Di Whatsapp anda juga bisa membaca dan mendengar hal-hal yang baik tanpa ada rasa takut dan khawatir

ﻭﻣﻊَ ﺫﺍﻙَ ﺻَﻔْﻮُﻩ ﻗﺪ ﻳَﻜْﺪُﺭُ # ﺑﻤﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻷﺧْﻄﺎﺀِ ﻓﻴﻪ ﺗَﺼﺪُﺭُ

Meskipun demikian
kesucian Whatsapp terkadang terkontaminasi dengan kesalahan-kesalahan

ﻭﺻﺎﻳﺎ ﻭﺿﻮﺍﺑﻂ ﻋﺎﻣﺔ

REKOMENDASI DAN KETENTUAN-KETENTUAN UMUM

ﻭﻫَﺬِﻩ - ﻳﺎ ﺇﺧْﻮَﺗِﻲ - ﻭَﺻِﻴَّﻪْ * ﻟﻴْﺴَﺖْ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻬﺘَﻢِّ ﺑﺎﻟﻌَﺼِﻴَّﻪْ

Ini adalah rekomendasi yang tidak asing bagi para praktisi

ﻓِﻴﻬﺎ ﺿَﻮﺍﺑِﻂُ ﺫَﻭﺍﺕُ ﻧَﻔْﻊِ * ﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﺒِﻌْﻬﺎ ﺣﺎﺯَ ﺣُﻜْﻢَ ﺍﻟﺮَّﻓْﻊِ

Di dalamnya berisi ketentuan-ketentuan yang bermanfaat dan siapapun yang mengikutinya akan mendapatkan kemuliaan

ﺍِﺳْﺘَﺼْﺤِﺒَﻦْ ﻓﻲ ﺍﻟﻨِّﻴﺔِ ﺍﻹﺧْﻼﺻﺎ * ﻭﺍﻟﻠﻪَ ﺳَﻞْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﻳَﺎ ﺧَﻼﺻﺎ

Niatlah dengan ikhlas kepada Allah dan Mohonlah dijauhkan dari sifat riya'

ﺍِﺣْﺮِﺹْ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨَّﻔْﻊِ ﻭﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻔﺎﺩَﻩْ * ﻭﺃﺣْﺴِﻦِ ﺍﻟﺘَّﻮْﺩِﻳﻊَ ﻭﺍﻟﻮِﻓﺎﺩﻩْ

Usahakan untuk memberikan kontribusi manfaat dan faedah serta menjunjung tinggi sopan santun saat mengawali dan mengakhiri

ﻭﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻜُﻞِّ ﻣَﻦ ﻳُﻔِﻴﺪُ ﻓﺎﺋﺪﻩْ * ﻓﺎﻟﺸُّﻜْﺮُ ﻟِﻠْﻤُﻔِﻴﺪِ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟﻌﺎﺋﺪﻩْ

Haturkan terima kasih kepada orang yang memberi faedah karena syukur untuk pemberi faedah adalah kebaikan

ﻭﺟُﺪْ ﺑِﻤﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻚَ ﻣَﻨَّﺎ * ﻋِﻠﻤًﺎ ﻭﺣﻜﻤﺔً، ﻳَﺰِﺩْﻙ ﻣَﻨَّﺎ

Tuangkan semua ilmu dan hikmah yang diberikan kepadamu, niscaya Allah akan menambahkannya untukmu

ﺍِﻋْﺘَﻦِ ﺑﺎﻟﻠُّﺒﺎﺏِ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺸُﻮﺭِ * ﻻ ﺗَﻜْﺘَﺮِﺙْ – ﺃُﺧَﻲَّ - ﺑﺎﻟﻘُﺸُﻮﺭِ

Tuliskan inti pada setiap status, dan jangan bermain kata-kata

ﺍِﻧْﺘَﻖِ ﻣﺎ ﻳُﻔِﻴﺪُ ﻣِﻦ ﻣَّﻨﻘُﻮﻟِﻜﺎ * ﻭﺿَﻤِّﻦِ ﺍﻟﺤِﻜْﻤﺔَ ﻓﻲ ﻣَﻘُﻮﻟِﻜﺎ

Pilihlah copas-copas yang penting dan sisipkan kebijaksanaan dalam ucapan-ucapanmu yang kamu posting

ﻭﻛُﻦْ ﻟِّﻤﺎ ﺗَﻨﻘُﻠُﻪ ﻣﺤﻘِّﻘﺎ * ﻭﻣﺎ ﺑِﻪ ﻣِﻦْ ﺧَﻄَﺄٍ ﻓﺪَﻗِّﻘﺎ

Perhatikan copas dengan seksama dan apa yang salah hilangkanlah

ﺍُﻋْﺰُ ﺍﻟﻨُّﻘُﻮﻝَ، ﺧَﺮِّﺝِ ﺍﻵﺛﺎﺭﺍ * ﻻ ﺗَﺘْﺮُﻛَﻦ ﻟِّﻨَﻘْﺪِﻫﺎ ﻣُﺜﺎﺭﺍ

Nisbatkan copas kepada pemiliknya takhrij haditsnya dan jangan menyisakan kontraversi

ﺇﻳَّﺎﻙَ ﻭﺍﻟﻤﻀﻌَّﻒَ ﺍﻟﻤﺸﻬُﻮﺭﺍ * ﻣِﻨْﻬﺎ، ﻓﻤﺎ ﺃﺣْﺮﺍﻩُ ﺃﻥْ ﻳَﻬُﻮﺭﺍ

Jangan sekali-kali memposting hadits sangat lemah dan jangan ngawur

ﻻ ﺗَﺤْﻚِ ﺻَﻮﺗًﺎ، ﺃﻭْ ﺗُﺴَﻮِّﺩْ ﺩَﻓْﺘَﺮﺍ * ﺑﺎﻟﺨﺒَﺮِ ﺍﻟﻀَّﻌِﻴﻒِ، ﺑَﻠْﻪَ ﺍﻟﻤﻔﺘَﺮَﻯ

Jangan menirukan suara atau menghitamkan halamanmu dengan hadits lemah apalagi palsu

ﻭﺟﺎﺀَ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﺏِ ﺣَﺪِﻳﺚُ : ‏« ﻣَﻦْ ﻛَﺬَﺏْ ‏» * ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻋِﻴﺪٌ ﻋَﻦْ ﺣِﻤَﻰ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﺫَﺏّْ

Dalam hal ini ada hadits ancaman memposting hadits dusta dari Rasulullah

ﻭﺍﻟﻨَّﻘْﻞُ ﺇﻥْ ﻛﺎﻥَ ﻭَﻓَﻰ ﺑﻤﺎ ﻓَﺮَﻁْ * ﻭﻃﺎﻝَ ﻓﺎﻹِﻳﺠﺎﺯُ ﻓﻴﻪ ﻳُﺸْﺘَﺮَﻁْ

Copas jika terlalu panjang maka ringkasan inti diperlukan

ﻭﻏُﺺْ ﺃﺧﻲ ﻟِﻠﺒﺤﺚِ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﺎﺋﻖِ * ﻭﺍﻛْﺸِﻒْ ﺣِﺠﺎﺏَ ﺧُﺮَّﺩِ ﺍﻟﺪَّﻗﺎﺋﻖِ

Jangan membahas hakikat-hakikat dan singkaplah hijab-hijab masalah rumit

ﻭﺍﺑْﻌَﺪْ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞِ ﺍﻟﻌِﻮﺍﺹِ ﻓﻲ * ﻃَﺮﺣِﻚَ، ﺇﺫْ ﺗُﻀِﻴﻊُ ﻭﻗﺖَ ﺍﻟﻮﺍﺻِﻒِ

Jauhilah masalah-masalah rumit dalam statusmu, nanti bisa menyia-nyiakan waktu yang berharga.

Rabu, 17 Februari 2016

Kang Jamal dan Kates Dalam Muktamar NU 1984

NU ngudud eta teh pak Jamal (tapi nga-akang-ken, padahal tos gaduh incu, jadi Kang Jamal weh), putrana kyai saha lah.. hilap deui..(ke mun inget deui insya allah status ieu diedit).
Kang Jamal ieu Akangna Sekretaris PCNU.

Nah... kalo yg tepat disampingku itu Rois PCNU Subang.

Cerita yang sampai saat ini diingat sm Kang Jamal ttg bapake adalah pada saat Muktamar NU di Situbondo tahun 1984.

Saat itu katanya Bapake sakit,mungkin krn lelah. Kang Jamal lah yg ngurus dan mijitin bapake. (Haturnuhun Kang)

Ceritanya, kang jamal ini disuruh beli 'kates', (kenapa bukan beli kopi aja atuh pak? Biar seger dan sehat lagi... :D ).

Dengan sigap. Kang Jamal langsung muter2 kesana kemari dengan 1 tujuan, yaitu nyari dan beli 'kates', tapi sayangnya gak ketemu. (Lupain soal kopi dulu, sbb kates yg paling diburu)

Akhirnya Kang Jamal balik lagi ke arena Muktamar dan laporan bahwa para pedagang gak ada yg jualan 'kates'. Saat itu juga kang jamal diberitahu bahwa kates itu kalo bhs indonesianya adalah Pepaya.

Setelah diketahui ttg sosok makhluk barnama kates, Kang Jamal keluar lagi dan akhirnya bisa mendapatkan kates alias kopi satetes, ups, maksudna alias pepaya alias gandul.

#Sekian

Kamis, 04 Februari 2016

Mayjen H. Moh. Anwar, Asli Putera Caracas (Part 2)

Oia, hampir (sengaja) lupa dengan Caracas, apa itu Caracas?. Jika disec di mbah gugel meps, kita akan ditujukan pada sebuah wilayah yang ada di Amerika Latin, Ya... itu Caracas Ibukota Negara Venezuela.

Namun bukan Caracas Venezuela itu yang ku maksud, tapi Caracas tempat kelahiranku yang juga tempat dilahirkannya tokoh yang sedang/akan kuceritakan ini, Mayjen H. Moh. Anwar.

Caracas adalah sebuah desa (menurut orang-orang) cukup terpencil, karena berada di perbatasan Kecamatan Kalijati, Cipeundeuy dan Purwadadi. Kalau tingkat negara, mungkin seperti Aceh, Papua dan Kalimantan Utara yang berada di ujung wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Caracas merupakan desa yang ada di wilayah Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Entah siapa yang memberi nama pada desaku ini.

Namun sebagian ada yang meyakini bahwa asal muasal diberi nama Caracas dimulai dari beberapa orang yang sedang berteduh karena kehujanan.

Saat berteduh, mereka menghangatkan diri dengan membakar kayu, saat itu air hujan menetes diatas kayu bakar yang sedang menyala, seketika muncul bunyi: creces, creces, creces....

Entahlah, cerita itu nyata atau hanya fiksi, namun yang jelas, sampai saat ini aku cukup bangga dengan tanah airku.

Kembali ke leptop, sampai dimana ceritanya tadi? Oia, sampai pada obrolan yang membuatku kaget tentang paman Kaji Beben yang jadi Jenderal Bintang Dua.
(Bersambung)

Selasa, 02 Februari 2016

Mayjen H. Moh. Anwar, Asli Putera Caracas (Part 1)

Malam itu, Selasa (2/2/2016), sekira pukul 21.00-an WIB (Waktu Iraha Bae... :D ), aku disamper H. Aep Robayat untuk maen ke rumahnya H. Baban. Kepada Haji pertama aku biasa memanggilnya Kaji Ngaep.

Kaji Ngaep memang pernah ke Mekkah, bersama istrinya dia pernah melaksanakan ibadah umroh disana, disebut Haji karena memang umroh kan Haji Kecil.

Sementara kepada Haji kedua, aku memanggilnya Kaji Beben, dia belum pernah ke Mekkah, namun aku yakin cepat atau lambat dia akan ke Mekkah, entah Umroh, syukur-syukur Haji.

Aku manggil Kaji Beben berawal dari nama akun Pesbuk miliknya yang diberi nama Haji Muhidin Baban, nama asli dia sebenarnya adalah Baban Sobandi, diberi nama Haji Muhidin mungkin karena terinspirasi sama salah satu tokoh nyeleneh dalam film Tukang Bubur Naik Haji.

Di rumah Kaji Beben, kami ngopi sambil ngobrol kesana kemari, mulai dari ngobrolin yang serius, seperti perkembangan lembaga pendidikan yang ada di desa kami, sampai obrolan yang ringan, seperti ngobrolin grup watsap kami.

Grup medsos tersebut tak pernah memiliki nama yang paten, setiap hari bahkan setiap waktu nama subjek grupnya selalu diganti oleh anggotanya yang kebetulan gak ada kegiatan, bahkan tidak jarang kami melakukan ceting dalam judul subjek, bukan dalam kolom ceting sebagaimana umumnya.

Kami ngobrol di bale Kaji Beben yang ada di depan rumahnya, kebetulan bale itu belum lama ini baru diresmikan. Selain aku, Kaji Beben dan Kaji Ngaep, ada juga Pak Ayi, kakak keduaku yang udah duluan datang di rumah Kaji Beben untuk urusan tertentu.

Gak lama kemudian, datang lagi orang, entah siapa namanya, namun orang-orang biasa manggil dia dengan sebutan Ujang, dalam obrolan saat itu dia cerita soal bisnis bebeknya di daerah Cilamaya, bebeknya udah puluhan rebu.

Kami lagi ngobrol, muncul orang lagi, Isak nama pendeknya, gak tau nama panjangnya, bisa jadi Isak Newton, si penemu gaya gravitasi itu. Dia salah satu Ketua RW di desa kami, dia pun sama, punya gelar haji, karena rakyatnya biasa manggil Haji Isak, padahal dia belum ke Mekkah, aku gak tau asal muasal gelar Haji dia ini, tapi aku ya ikutan aja manggil dia Kaji Isak.

Waktu semakin malam, Pak Ayi, Ujang dan Kaji Isak pulang gak beraturan waktu. Tinggal kami bertiga. Ngobrol kesana kemari, namun ada obrolan yang cukup membuatku kaget, ternyata Kaji Beben punya paman yang pernah jadi Pejabat Militer berpangkat Mayjen (Mayor Jenderal), namanya Mohammad Anwar, terakhir memegang Jabatan sebagai Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut periode 1971-1977.
(Bersambung)

Untuk melanjutkan Klik <a href="http://al-fikar.blogspot.com/2016/02/mayjen-h-moh-anwar-asli-putera-caracas_4.html"> DISINI </a>


Selasa, 28 Juli 2015

Tips Menjaga Korekapi

Sudah beberapa hari Sobur sering kehilangan korekapi, sehingga membuat dia merasa kesulitan jika hendak menyalakan rokoknya, Sobur pun menyadari, memang bagi para perokok kehilangan korekapi dianggapnya sebagai 'minal wajair'.

Setelah 'bertafakur' beberapa hari, Sobur mendapatkan beberapa tips yang bisa menjaga korekapi, hingga kemudian Sobur menelepon Udin untuk bertemu di tempat biasa 'nongkrong'

"Ada hal penting, saya mau menyampaikan solusi masalah kita" Kata Sobur sebelum menutup telepon

Lima belas menit kemudian, Sobur dan Udin bertemu di tempat 'tongkrongannya'

"To the point ya, jadi begini, saya punya solusi dan tips bagi perokok yang sering kehilangan korekapi" Ungkap Sobur pada Udin penuh semangat

"Apa saja itu?" Tanya Udin

"Begini, tips pertama adalah dari pikiran, ketika sedang berkumpul dengan teman-teman, korekapi harus selalu dihadirkan dalam pikiran kita" Ungkap Udin sambil mengeluarkan bungkus rokok dan korekapi lalu menyimpan keduanya di meja 'tongkorongan'.

"Tips kedua, kita harus memperhatikan pergerakan korekapi kita ketika dipinjam sama teman" Tambahnya penuh semangat

"Tips ketiga" Kata Sobur setelah menyalakan rokok dan menghisap asapnya

"Sebentar sob, saya minta rokoknya ya..rokok saya ketinggalan tadi buru-buru" Sahut Udin yang kemudian mengikuti Sobur menyalakan rokok

"Iya, monggo, saya lanjut tips ketiga ya" lanjut Sobur

"Tips ketiga, ketika sedang berkumpul dengan teman-teman, sebisa mungkin hanya rokok saja yang dikeluarkan, koreknya simpan saja di saku" kata Sobur

Tiba-tiba HP Udin berdering, ternyata istrinya menelpon meminta Udin menjemput anaknya di Sekolah

"Sebentar ya Sob, saya mau jemput anak dulu" Kata Udin terburu-buru

Setelah menyampaikan tipsnya, Sobur merasa senang karena bisa berbagi tips dengan sahabatnya, namun Sobur merasa ada yang janggal, akhirnya dia menyadari ternyata korekapi Sobur terbawa Udin yang menjemput anaknya, tidak mau kehilangan korekapi, Sobur langsung mengirim pesan singkat pada Udin

"Korekapi saya terbawa sama ente" Begitu isi pesan singkat Sobur

Tidak lama kemudian Udin membalas pesan singkat Sobur

"Tips keempat, kalau korekapi terlanjur dibawa teman, ikhlashkan dan anggap sebagai sadaqah" Tutup Udin. 

Kamis, 23 Oktober 2014

Sarkodud

Tiap pagi, kecuali bulan puasa, kopi hitam selalu menjadi santapanku, sarkodud, iya sarkodud, bukan nama orang rusia apalagi nama rusunawa, tapi sebuah akronim dari sarapan kopi dan udud, sekali lagi, sarkodud. begitu aku menyebutnya, lebih mudah disampaikan karena dalam sekali menyebut  ada unsur 3 unsur di dalamnya, yaitu sarapan, kopi dan udud.

supaya ngelanturnya bisa terfokus, sarkodud ini, aku batasi pada kopi item, kopi favoritku yang entah sejak kapan aku mulai menikmatinya, aku tidak pernah mencatatnya, karna aku sendiri nggak punya catatan harian, semua yang pernah terjadi dalam hidupku aku catat dalam buku ingatan saja, itu pun hanya segelintir, karna yang ada dalam buku ingatanku kebanyakan itu kejadian-kejadian yang aku anggap penting dan berkesan, selain itu aku lupa semuanya, sayang sekali, padahal yang kurang penting, nggak penting, kurang berkesan, nggak berkesan itu justru banyak sekali.

Begitulah, dengan mengkonsumsi kopi di pagi hari, pikiranku sepertinya menjadi fresh, menjadi segar, aku seperti hidup kembali setelah nyawaku terbang jauh ke alam mimpi yang kadang ketika aku sudah terjaga, aku sendiri tak ingat sama mimpi itu.

Saat aku menikmati sarkodud, aku lihat kopi yang ada dalam gelasku, kopinya warna hitam tapi ketika dinikmati kok nggak pahit, malah lidahku merasakan   rasa manis, tentu saja itu karna dalam kopi yang aku seduh tadi sudah otomatis ada gulanya, kalau aku sebut nama merknya kaya kurang elok, sebab nanti dikira aku promosi lagi.

Begitulah, sama seperti halnya ngopi, dalam hidup ini kadang manusia harus melewati masa pahit, pahit disini tentu saja relatif, bisa karena material maupun moril, tergantung kondisi kehidupan manusianya itu sendiri, kenapa manusia harus melewati masa pahit? kalau kita melihat ayam, kucing, kambing, dan lainnya sepertinya mereka setiap hari selalu bahagia, sebab nangisnya mereka gak keliatan, mungkin mereka tidak pernah merasakan pahitnya hidup ini, atau memang mereka juga merasakan pahitnya hidup?hanya manusia nggak ngerti.

Namun yg jelas baik itu ayam, kucing, kambing, dan lainnya tidak punya bahu, karna manusia itu satu-satunya makhluk Allah yang dikaruniai bahu, maka bahu itu akan diberi beban oleh Allah agar manusia itu menanggung beban tersebut. Tapi tenang saja, nggak perlu pusing apalagi sampai bunuh diri, karna Allah sendiri sudah menegaskan bahwa Allah tidak akan memberi beban kepada manusia kecuali manusia itu sanggup untuk menanggungnya (QS:2:286).

Jadi, silahkan nikmati kopi kalian, kalau agak pahit, ya tambahin lagi gulanya.