Jumat, 18 November 2016

KISAH NYATA KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim
Saya ada cerita tentang sahabat saya yang beda profesi. Dia selalu menjaga sholat diawal waktu. Apa yang terjadi? Dengan menjaga sholat wajib di awal waktu ternyata dia mendapatkan keberkahan luar biasa yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Sahabat saya yang satu ini, profesi adalah sopir angkot. Setiap hari dia menyupir angkot dengan sistem setoran ke majikan. Setor karena angkotnya punya orang lain.

Nah suatu hari, majikannya bangkrut. Karena semakin mahalnya harga bensin. Akhirnya sahabat saya ini katakanlah Udin, dia jadi tidak punya mata pencaharian. Karena angkot majikannya sudah dijual. Karena Udin bukan tipe orang yang gampang putus asa, akhirnya dia mencari pekerjaan lain. Dipilihlah becak sebagai jalan ikhtiarnya.

Karena hanya berprofesi sebagai tukang becak, kehidupannya pun sangat sederhana kalau tidak mau dikatakan kurang. Dia tinggal bersama tiga putri dan seorang istrinya di sebuah rumah kontrakan yang mungkin cuma layak disebut kamar.

Tidak ada yang istimewa dari kehidupan sehari-harinya. Pagi-pagi pergi dari rumah mencari penumpang, sore pulang. Setiap hari seperti itu. Namun setelah dicermati, tenyata ada satu hal yang membuat Udin berbeda dari abang becak lainnya, bahkan dari kebanyakan kita. Udin selalu menjaga sholat diawal waktu, dan selalu dia lakukan di Masjid.

Dimanapun dia berada selalu menyempatkan bahkan memaksakan sholat diawal waktu. Setiap mendekati waktu sholat, jika tidak ada penumpang dia akan mangkal di tempat yang dekat dengan masjid. Iya mendekati masjid.

Pokoknya dia tidak pernah ketinggalan sholat wajib awal waktu bahkan selalu berjamaah di masjid. Dan tenyata itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Istri dan ketiga putrinya pun begitu, meskipun dilakukan di rumah.

Singkat cerita, suatu hari ketika saya sedang mangkal di salah satu hotel berbintang di Bandung. Ada seorang ibu turun dari mobil Mercy tiba-tiba mendekati saya dan meminta untuk diantar ke salah satu tempat perbelanjaan di kawasan alun-alun kota Bandung, kata Udin.

Ketika si Ibu itu bilang minta dianter memakai becak saja, malah Udin balik nanya, “Engga salah Bu naik becak?”

“Engga Bang, jalanan macet, biar mobil disimpen di hotel aja, sekalian sopir saya istirahat,” jawab si Ibu.

Maka dianterlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan yang dia minta. Udin pun mengayuh becak masih dalam keadaan kaget. Ketika mendekati alun-alun Bandung, terdengarlah suara adzan dzuhur dari Masjid Raya Jawa Barat.

“Dia langsung belokkan becak ke pelataran parkir Majid. Si Ibu pun heran dengan apa yang saya lakukan si Udin.

“Bang kok berhenti disini?” kata si Ibu.

“Iya Bu, udah adzan, Allah udah manggil kita buat sholat.”

“Saya mau sholat dulu. Ibu turun disini aja, tokonya udah dekat koq, di belakang masjid ini. Biar Bu ga apa apa GA USAH BAYAR.”

“Tanggung Bang, lagian saya takut nyasar,” kata si Ibu.

“Kalo Ibu mau saya anter saya sholat dulu, ya, Bu.”

Selesai sholat, Udin pun menuju ke becaknya. Ternyata si Ibu dan asistennya masih nunggu di becak. Diantarlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan di belakang Masjid Raya. “Bang tunggu disini ya, ntar antar lagi balik ke hotel,” kata si Ibu.

“Iya Bu, tapi kalo Ibu balik lagi ke becak dan pas adzan ashar, ibu tunggu dulu disini krn mau shalat dulu”

Singkat cerita si Ibu kembali ke becak jam 15:30. Kemudian di becak dia nanya dimana Udin tinggal.

Si Ibu penasaran dengan kebiasaan Udin, demi sholat diawal waktu berani meninggalkan penumpang di becak, ga peduli dibayar atau tidak. “Bang, saya pengen tau rumah abang,” kata si Ibu.

“Waduh emangnya kenapa Bu?” tanya Udin kaget.

“Saya pengen kenal sama keluarga abang,” kata si Ibu.

“Jangan Bu, rumah saya jauh. Lagian di rumah saya engga ada apa-apa.”

Si Ibu terus memaksa. Akhirnya setelah menunggu si Ibu sholat jamak dzuhur dan ashar di hotel, mereka pun pergi menuju rumah Udin.

Tapi kali ini Udin pake becak, si Ibu mengikuti di belakangnya pake mobil Merci terbaru.

Setibanya di rumah kontrakan Udin, si Ibu kaget, karena rumahnya sangat kecil. Tapi kok berani tidak dibayar demi sholat.

Mungkin karena penasaran si Ibu nanya. “Bang koq berani engga dibayar?”

“Rezeki itu bukan dr pekerjaan kita Bu, rezeki itu dari Allah, saya yakin itu. Makanya kalo Allah manggil kita harus dateng.”

“hayya 'alalfalaah… kan jelas Bu. Marilah kita menuju kemenangan, kesejahteraan, kebahagiaan. Saya ikhtiar udah dengan narik becak, hasilnya gimana Allah. yang penting kitanya takwa ke Allah ya kan Bu?” kata Udin.

“Saya yakin janji Allah di QS At-Talaq 2-3.” kata Udin. Si Ibu pun terdiam sambil meneteskan air mata.

Setelah dikenalkan dan ngorol dgn keluarga Udin si Ibu pun pamit. Sambil meminta Udin mengantarkannya kembali minggu depan.

“Insya Allah saya siap Bu,” kata Udin. Si Ibu pun pamit sambil memberi ongkos becak ke Istrinya Udin. Setelah si Ibu pergi ongkos becak yang dimasukan kedalam amplop dibuka oleh Udin. Ternyata isinya satu juta rupiah. Udin dan keluarganya pun kaget dan bersyukur atas apa yang telah Allah berikan melewati si Ibu tadi.

Seminggu kemudian Udin mendatangi hotel tempat si Ibu menjanjikan. Setelah bertanya ke satpam, Udin tidak diperbolehkan masuk. Satpam engga percaya ada tamu hotel bintang lima janjian sama seorang tukang becak. Udin ga maksa, dia kembali ke becaknya.

Nah, itu pula yang sering kita lakukan, seringkali kita melihat orang dari penampilannya. Padahal Allah tidak melihat pangkat, jabatan, pekerjaan, harta, warna kulit kita. Allah hanya melihat ketakwaan kita. Karena penasaran Udin ga masuk-masuk ke Lobby Hotel, akhirnya si Ibu keluar, dan melihat Udin sedang tertidur di becaknya.

“Bang, kenapa engga masuk?” Tanya si Ibu sambil membangunkan Udin.

“Ga boleh sama satpam Bu,”jawab Udin.

“Bang, kan kemaren abang yang ngajak saya jalan-jalan pake becak. Sekarang giliran saya ngajak abang jalan-jalan pake mobil saya,” kata si Ibu.

“Lah, Ibu ini gimana sih, katanya mau saya anter ke toko lagi,” kata Udin.

“Iya mau dianter tapi bukan ke toko bang,” kata si Ibu diawal waktu.

Setelah diajak naik mobil Merci nya si Ibu, Udin pun menolaknya, karena dia merasa kebingungan.

“Mau dibawa kemana saya Bu ?”

“Udah saya pake becak saya aja, ngikut di belakang mobil Ibu. Engga pantes saya naik mobil sebagus itu,” kata Udin.

“Lagian becak saya mau ditaro dimana?”

Namun setelah dibujuk oleh sopir dan asisten si Ibu, Udin pun mau ikut naik mobil. Becaknya dititip di parkiran belakang hotel.

Berangkatlah mereka dari hotel. Masih dengan rasa penasaran Udin pun bertanya, “mau kemana sih Bu?”

Di salah satu kantor Bank Syariah, mereka pun berhenti. “Bang, pinjem KTP nya ya”, kata asisten si Ibu.
“Waduh apalagi nih?” pikir Udin.

“Buat apa Neng? Koq saya diajakin ke Bank, trus KTP buat apa?”, kata Udin heran.

Akhirnya asisten si Ibu menjelaskan, bahwa ketika minggu lalu mereka dianter Udin belanja, si Ibu mendapatkan sebuah pelajaran.Pelajaran hidup yang sangat mendalam. Dimana seorang abang becak dengan kehidupan yang pas-pasan tapi begitu percaya kepada janji Allah.

Sementara si Ibu yang merupakan seorang pengusaha besar dan suaminya pun pengusaha, selama ini kadang ragu pada janji Allah. Seringkali, akibat kesibukan mengurus usaha, belanja, meeting dll, dia menunda-nunda sholat. Bahkan tidak jarang lupa sholat.

“Nah sejak minggu lalu setelah pulang dari Bandung, Ibu mulai merubah kebiasaannya. Dia selalu berusaha sholat awal waktu”, kata asisten.

Saat pulang ke Jakarta, suaminya pun heran dengan perubahan si Ibu. Padahal dia juga punya kebiasaan yang sama dengan istrinya. Setelah diceritakan asal mula perubahan itu, suaminya pun menyadari, bahwa selama ini mereka salah. Terlalu mengejar dunia. Oleh karena itu Ibu dan suaminya ingin menghadiahi abang Udin untuk berangkat haji. Mendengar akan DIBERANGKATKAN IBADAH HAJI, Udin pun kaget campur bingung.

Dengan spontan Udin MENOLAK hadiah itu. “Engga mau neng, saya engga mau berangkat haji dulu. Meskipun itu doa saya tiap hari.”

“Loh koq engga mau Bang?” kata asisten kaget.

“Apa kata tetangga dan sodara2 saya nanti neng, saat saya pulang berhaji. Koq ke haji bisa tapi masih ngebecak?”

“Memang berangkat haji adalah cita2 saya. Tapi nanti setelah saya mendapatkan pekerjaan selain narik becak neng.”

Akhirnya asisten berdiskusi dgn si Ibu. Sambil menunggu mereka diskusi. Udin pun tidak henti2nya bertanya pada Allah.
“Ya Allah pertanda apakah ini?” kata Udin.

Tidak lama si Ibu menghampiri Udin dan bertanya “Bang, kan abang bisa bawa mobil, bagaimana kalau menjadi supir di perusahaan saya di Jakarta?”

“Waduh … Jakarta ya, Bu? Ntar, keluarga saya gimana disini. Anak-anak masih butuh bimbingan saya. Apalagi semuanya perempuan. Kayaknya engga deh Bu. Biar saya pulang aja deh. Insya Allah kalau Allah ridho lain kali pasti saya diundang untuk berhaji.”

Akhirnya si Ibu membujuk Udin untuk mendaftar haji dulu. Brangkatnya mau kapan terserah, yang penting dia menjalankan amanat suaminya. Kemudian si Ibu menelpon suaminya, menjelaskan kondisi yang ada mengenai Udin. Setelah selesai mendaftar haji di Bank, kemudian mereka pergi menuju sebuah dealer mobil.

“Kok masuk ke dealer mobil, Bu? Ibu mau beli mobil lagi? Mobil ini kurang gimana bagusnya?” kata Udin bingung. Sambil tersenyum si Ibu meminta Udin menunggu di mobil. Dia pun turun bersama asistennya. Selang setengah jam, si Ibu kembali ke mobil sambil membawa kwitansi pembayaran tanda jadi mobil.

“Nih bang, barusan saya sudah membayar tanda jadi pembelian mobil angkutan umum, pelunasannya nanti kalau trayek sudah diurus.”

“Mobil angkutan umum ini buat bang Udin, hadiah dari suami saya.” Kata si Ibu.

“Jadi sambil menunggu keberangkatan abang ke haji tahun depan, abang bisa menabung dengan usaha dari mobil angkutan milik sendiri.”

Sambil meneteskan air mata tidak henti-hentinya Udin mengucap syukur kepada Allah.

“Ini bukan dari saya dan suami saya, ini dari Allah melalui perantaraan saya,” kata si Ibu.

“Hadiah karena abang selalu menjaga sholat diawal waktu. Dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya dan suami.”

“Mudah-mudahan kita semua bisa istiqomah menjaga sholat awal waktu, ya, bang,” kata si Ibu.

Akhirnya mereka pun kembali ke hotel, namun sebelumnya mampir di masjid untuk sholat dzuhur berjamaah. Setelah sholat dzuhur kemudian makan siang, mereka pun berpisah. Udin pulang ke rumah dengan becaknya. Si Ibu langsung ke Jakarta.

Setelah itu kehidupan Udin semakin membaik. Dia sudah memiliki rumah sendiri, walapun nyicil. Yang tadinya dia seorang supir angkot dan abang becak, sekarang dia jadi pemilik angkot dan sudah berhaji.

Subhanallah, Alhamdulillah
Sampai saat ini Udin masih terus menjaga sholat awal waktu, malah semakin yakin dengan janji Allah. Cerita ini merupakan KISAH NYATA.

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, dan menjadikan kita semakin yakin dengan janji Allah.

Sahabat, .. poin dari cerita ini adalah ketika Allah berkehendak, semuanya akan menjadi nyata. Mari kita jaga sholat diawal waktu, untuk mendapatkan keberkahan dari-Nya. Yakinlah Allah selalu menjaga hamba-hamba Nya yang bertakwa.

Salam santun dan keep istiqomah ..
(Subhanallah & Semoga Bermanfaat)

Rabu, 16 November 2016

NU itu organisasi paling aneh.

Ketika seorang peneliti dri australi menemukan data arsip tentang jangka waktu organisasi di AD ART pertama, dia menemukan tulisan bahwa organisasi ini (NU) didirikan pada tahun 1926 hingga 29 tahun berikutnya.

Ini Aneh. Sebab umumnya, tdk ada satu pun organisasi yg membatasi waktu, contoh : didirikan thn 1990 hingga waktu yg tak terbatas, kecuali hanya NU yg membatasi waktunya. Peneliti ini kemudian menanyakan pada Gus Dur, "ini apa maknanya ?", Gus Dur pun kaget, dan menjawab "mana saya tahu maksudnya, yg merumuskan sudah wafat semua".

Kemudian gus dur mengamati dri prespektif sejarah, tenyata setiap 29 tahun, NU mengalami perubahan. 1926 sbg organisasi sosial keagamaan, 29 thn berikutnya menjadi partai politik dan mnjadi organisasi yg berafiliasi dg partai politik. 29 tahun berikutnya (1984) berubah lagi menjdi orngasasi sosial keagamaan (Khittah 1926 : konsentrasi dakwah dan pendidikan), 29 tahun berikutnya, 2013 NU menjadi gerakan sivil society. Di kondisi ini gus dur slalu memerintahkan NU banyak membicarakan lokalitas.

Dan hasilnya "Islam Nusantara sbg paradigmanya dlm membangun peradaban dunia", ini perisapan Gus Dur mengahadapi perubahan 29 tahun berikutnya pada tahun 2042 sbg organiasasi penyangga perdamaian dunia.

Saya memetik dri peristiwa ini bahwa Para pendiri NU dan sekaligus pendiri bangsa dan negara ini bkn orng sembarangan, mereka adalah kyai2 ma'rifat billah. Mereka sdh tahu setiap 29 tahun mesti akan trjadi perubahan di NU.

Jadi, kaitannya dengan NKRI, Bhineka tunggal ika, UUD 45 dan pancasila sbg pilihan paling final, saya yakini benarnya. sbb diputuskan oleh kyai2 yg ma'rifat.

Kamis, 11 Agustus 2016

Ketua PCNU Subang Masuk Bursa Calon Ketua PWNU Jabar

Konferensi Pengurus Wilayah NU Jawa Barat akan segera dilaksanakan, salah satu nama yang muncul dalam bursa calon Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat adalah KH Musyfiq Amrullah yang saat ini menjadi Ketua PCNU Subang.

"Pada prinsipnya Ketua PCNU Subang tidak mencalonkan karena masa jabatan PCNU masih ada 2 tahun lagi, tapi ada beberapa PCNU di Jawa Barat yang mendorong beliau untuk maju dalam konferwil, karena di calonkan ya beliau Insya Allah siap maju"Ungkap KH Dadan Hamdani, Wakil Ketua PCNU Subang usai Reboan di PCNU setempat. Rabu (10/8)

Ditambahkannya, ada salah satu utusan calon Ketua PWNU yang sowan ke beberapa Ketua PCNU untuk meminta dukungan, namun utusan tersebut malah diminta untuk silaturahim terlebih dahulu ke Ketua PCNU Subang.

"Jika Ketua kami dipercaya jadi Ketua PWNU Jabar, kami optimis beliau bisa membawa PWNU dengan baik"Tandas pria yang akrab disapa Kang Dadan itu

Kiai Musyfiq, kata dia, punya rekam jejak yang baik saat ia memimpin PCNU Subang, indikatornya adalah sebelum Kiai Musyfiq menjadi Ketua, PCNU Subang sering disebut 'ashabul kahfi' yang terlalu lama 'tidur' karena tidak ada kegiatan.

"Alhamdulillah setelah Kiai Musyfiq naik jadi Ketua PCNU, oleh PWNU Jabar, PCNU Subang disebut masuk kategori lima besar PCNU Jawa Barat yang aktif dalam menjalankan roda organisasinya"ungkapnya

Menurut Kang Dadan, PCNU Subang bisa masuk kategori lima besar tersebut karena salah satu program unggulan Kiai Musyfiq di PCNU Subang adalah pertemuan mingguan yang digelar setiap hari rabu atau sering disebut 'Reboan', dari pertemuan reboan itu banyak menghasilkan ide-ide segar dalam menyikapi aneka permasalahan yang mencakup organisasi, program kerja hingga masalah sosial keagamaan.

Jumat, 04 Maret 2016

Nadzaman Whatsapp

Entah siapa pengarang nadzaman ini, saya dapat dari salah satu Grup WA. Sangat bagus dan kreatif....


ﺣُﺴﻦ ﺍﻻﻛﺘﺴﺎﺏ ﻓﻲ ﻧﻈﻢ ﺿﻮﺍﺑﻂ ﺍﻟﻮﺗﺴﺎﺏ
HUSNUL IKTISAB
NADZAM TENTANG UNDANG-UNDANG MENGGUNAKAN WHATSAPP

ﻟﻠﻪِ ﺣَﻤْﺪِﻱ ﻭَﺻَﻠَﺎﺗُﻪُ ﻋَﻠَﻲ * ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺍَﻟِﻪِ ﺫَﻭِﻱ ﺍﻟﻌُﻠَﺎ

Hanya untuk Allah segala puja-pujikua. Dan shalawat senantiasa tercurah kepada Kanjeng nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beserta keluarga beliau yang mulia.

ﻭَﺑَﻌْﺪُ : ﻗَﺪ ﺍَﻭْﻟَﺎﻙَ ﺭَﺑِّﻲ ﻧِﻌَﻤَﻪ * ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻜُﻦْ ﻋَﻦْ ﺷُﻜْﺮِﻫِﻦَّ ﺫَﺍ ﻋَﻤَﻪ

Wa Ba'du: Sungguh Allh telah memberikan anda kenikmatan, maka karena itu janganlah buta untuk mensyukurinya

ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺍَﺧِﻲ ﺑَﺮْﻧَﺎﻣَﺞ ﺍﻟﻮَﺗْﺴﺎﺏ * ﻭَﻫﻮَ ﺍِﻟَﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳْﻦ ﺫَﻭِﺍﻧْﺘِﺴَﺎﺏ

Diantaranya adalah program Whatsapp yang sangat istimewa

ﻻَ ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻓِﻲ ﻋَﺼْﺮِﻧَﺎ ﺍِﻫْﻤَﺎﻟُﻪُ * ﻟَﺎ ِﺳﻴَّﻤَﺎ ﺍِﻥ ﺍﺣﺴِﻦَ ﺍﺳْﺘِﻌْﻤَﺎﻟﻪُ

Pada era ini tidak pantas gak pakai Whatsapp, terlebih untuk kebaikan

ﻣﻦ ﻓﻮﺍﺋﺪ ﺍﻟﻮﺗﺴﺎﺏ
FAEDAH-FAEDAH WHATSAPP

ﻗَﺪْ ُﺷﻐِﻞَ ﺍﻷَﻧَﺎﻡُ ﺑِﺎﻟﻮَﺗْﺴَﺎﺏ * ﺫَﺍ ﺍﻟﻌَﺼْﺮَ ﻓَﻬْﻮَ ﻟِﻠْﻌُﻘُﻮْﻝِ ﺳَﺎﺏ

Sekarang manusia keranjingan dengan Whatsapp, karena memang sangat menarik

ﻭَﻫْﻮَ ﻭَﻟَﺎ ﺭَﻳْﺐَ ﻋَﻈِﻴْﻢُ ﺍﻟﻔَﺎﺋِﺪَﺓ * ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍﻟﺨَﻴْﺮُ ﻓِﻴْﻪِ ﺭَﺍﺋِﺪَﻩ

Tak disangsikan Whatsapp itu sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang ingin mendapatkan kebaikan

ﻓَﻠَﺎ ﻳَﻔُﺘﻚَ ﺑَﻞْ ﻓِﻨَﺎﺀَﻩُ ﺍﻗْﺘَﺤِﻢ * ﻓَﻬْﻮَ ﻭَﺳِﻴْﻠَﺔُ ﺍِﻟَﻲ ﻭَﺻْﻞِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻢْ

Jadi, jangan lewatkan dan pergunakanlah, Karena Whatsapp adalah bisa jadi sarana untuk silaturahmi

ﻳُﻘَﺮِّﺏُ ﺍﻷَﻗْﺼَﻲ ﻭَﻳُﺪْﻧِﻲ ﺍﻷَﺑْﻌَﺪﺍ * ﻓَﻜَﻢ ﺑِﻮَﺻْﻞ ٍﻗَﺪْ ﺣَﺒَﺎ ﻭَﺍَﺳْﻌَﺪَﺍ

Whatsapp bisa juga mendekatkan yang jauh dan dengan pertemuan di Whatsapp hati menjadi tentram dan bahagia

ﻭَﻛَﻢْ ﻳَﺒُﺚُّ ﻓِﻴْﻪِ ﻛُﻞُّ ﻣَﺎﻫِﺮ * ﻣِﻦْ ﻓِﻘْﻬِﻪِ ﻧَﻔَﺎﺋِﺲَ ﺍﻟﺠَﻮَﺍﻫِﺮ

Orang cerdas bisa menuangkan mutiara-mutiara indah di dalamnya

ﺗَﻠْﺘَﻘِﺢُ ﺍﻷَﻓْﻬﺎﻡُ ﻭﺍﻟﻌُﻘﻮﻝُ * ﻓﻴﻪِ ﻛﻤﺎ ﺗُﻨْﺘَﺨَﺐُ ﺍﻟﻨُّﻘﻮﻝُ

Whatsapp bisa jadi arena musyawarah dan bisa menampilkan dalil-dalil pilihan

ﺗَﻘْﺮَﺃُ ﺃﻭْ ﺗَﺴْﻤَﻊُ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺪُّﺭَﺭﺍ * ﻻ ﺗَﺨْﺘَﺸِﻲ ﻣِﻨْﻪُ ﺃﺫًﻯ ﺃﻭْ ﺿَﺮَﺭﺍ

Di Whatsapp anda juga bisa membaca dan mendengar hal-hal yang baik tanpa ada rasa takut dan khawatir

ﻭﻣﻊَ ﺫﺍﻙَ ﺻَﻔْﻮُﻩ ﻗﺪ ﻳَﻜْﺪُﺭُ # ﺑﻤﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻷﺧْﻄﺎﺀِ ﻓﻴﻪ ﺗَﺼﺪُﺭُ

Meskipun demikian
kesucian Whatsapp terkadang terkontaminasi dengan kesalahan-kesalahan

ﻭﺻﺎﻳﺎ ﻭﺿﻮﺍﺑﻂ ﻋﺎﻣﺔ

REKOMENDASI DAN KETENTUAN-KETENTUAN UMUM

ﻭﻫَﺬِﻩ - ﻳﺎ ﺇﺧْﻮَﺗِﻲ - ﻭَﺻِﻴَّﻪْ * ﻟﻴْﺴَﺖْ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻬﺘَﻢِّ ﺑﺎﻟﻌَﺼِﻴَّﻪْ

Ini adalah rekomendasi yang tidak asing bagi para praktisi

ﻓِﻴﻬﺎ ﺿَﻮﺍﺑِﻂُ ﺫَﻭﺍﺕُ ﻧَﻔْﻊِ * ﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﺒِﻌْﻬﺎ ﺣﺎﺯَ ﺣُﻜْﻢَ ﺍﻟﺮَّﻓْﻊِ

Di dalamnya berisi ketentuan-ketentuan yang bermanfaat dan siapapun yang mengikutinya akan mendapatkan kemuliaan

ﺍِﺳْﺘَﺼْﺤِﺒَﻦْ ﻓﻲ ﺍﻟﻨِّﻴﺔِ ﺍﻹﺧْﻼﺻﺎ * ﻭﺍﻟﻠﻪَ ﺳَﻞْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﻳَﺎ ﺧَﻼﺻﺎ

Niatlah dengan ikhlas kepada Allah dan Mohonlah dijauhkan dari sifat riya'

ﺍِﺣْﺮِﺹْ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨَّﻔْﻊِ ﻭﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻔﺎﺩَﻩْ * ﻭﺃﺣْﺴِﻦِ ﺍﻟﺘَّﻮْﺩِﻳﻊَ ﻭﺍﻟﻮِﻓﺎﺩﻩْ

Usahakan untuk memberikan kontribusi manfaat dan faedah serta menjunjung tinggi sopan santun saat mengawali dan mengakhiri

ﻭﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻜُﻞِّ ﻣَﻦ ﻳُﻔِﻴﺪُ ﻓﺎﺋﺪﻩْ * ﻓﺎﻟﺸُّﻜْﺮُ ﻟِﻠْﻤُﻔِﻴﺪِ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟﻌﺎﺋﺪﻩْ

Haturkan terima kasih kepada orang yang memberi faedah karena syukur untuk pemberi faedah adalah kebaikan

ﻭﺟُﺪْ ﺑِﻤﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻚَ ﻣَﻨَّﺎ * ﻋِﻠﻤًﺎ ﻭﺣﻜﻤﺔً، ﻳَﺰِﺩْﻙ ﻣَﻨَّﺎ

Tuangkan semua ilmu dan hikmah yang diberikan kepadamu, niscaya Allah akan menambahkannya untukmu

ﺍِﻋْﺘَﻦِ ﺑﺎﻟﻠُّﺒﺎﺏِ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺸُﻮﺭِ * ﻻ ﺗَﻜْﺘَﺮِﺙْ – ﺃُﺧَﻲَّ - ﺑﺎﻟﻘُﺸُﻮﺭِ

Tuliskan inti pada setiap status, dan jangan bermain kata-kata

ﺍِﻧْﺘَﻖِ ﻣﺎ ﻳُﻔِﻴﺪُ ﻣِﻦ ﻣَّﻨﻘُﻮﻟِﻜﺎ * ﻭﺿَﻤِّﻦِ ﺍﻟﺤِﻜْﻤﺔَ ﻓﻲ ﻣَﻘُﻮﻟِﻜﺎ

Pilihlah copas-copas yang penting dan sisipkan kebijaksanaan dalam ucapan-ucapanmu yang kamu posting

ﻭﻛُﻦْ ﻟِّﻤﺎ ﺗَﻨﻘُﻠُﻪ ﻣﺤﻘِّﻘﺎ * ﻭﻣﺎ ﺑِﻪ ﻣِﻦْ ﺧَﻄَﺄٍ ﻓﺪَﻗِّﻘﺎ

Perhatikan copas dengan seksama dan apa yang salah hilangkanlah

ﺍُﻋْﺰُ ﺍﻟﻨُّﻘُﻮﻝَ، ﺧَﺮِّﺝِ ﺍﻵﺛﺎﺭﺍ * ﻻ ﺗَﺘْﺮُﻛَﻦ ﻟِّﻨَﻘْﺪِﻫﺎ ﻣُﺜﺎﺭﺍ

Nisbatkan copas kepada pemiliknya takhrij haditsnya dan jangan menyisakan kontraversi

ﺇﻳَّﺎﻙَ ﻭﺍﻟﻤﻀﻌَّﻒَ ﺍﻟﻤﺸﻬُﻮﺭﺍ * ﻣِﻨْﻬﺎ، ﻓﻤﺎ ﺃﺣْﺮﺍﻩُ ﺃﻥْ ﻳَﻬُﻮﺭﺍ

Jangan sekali-kali memposting hadits sangat lemah dan jangan ngawur

ﻻ ﺗَﺤْﻚِ ﺻَﻮﺗًﺎ، ﺃﻭْ ﺗُﺴَﻮِّﺩْ ﺩَﻓْﺘَﺮﺍ * ﺑﺎﻟﺨﺒَﺮِ ﺍﻟﻀَّﻌِﻴﻒِ، ﺑَﻠْﻪَ ﺍﻟﻤﻔﺘَﺮَﻯ

Jangan menirukan suara atau menghitamkan halamanmu dengan hadits lemah apalagi palsu

ﻭﺟﺎﺀَ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﺏِ ﺣَﺪِﻳﺚُ : ‏« ﻣَﻦْ ﻛَﺬَﺏْ ‏» * ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻋِﻴﺪٌ ﻋَﻦْ ﺣِﻤَﻰ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﺫَﺏّْ

Dalam hal ini ada hadits ancaman memposting hadits dusta dari Rasulullah

ﻭﺍﻟﻨَّﻘْﻞُ ﺇﻥْ ﻛﺎﻥَ ﻭَﻓَﻰ ﺑﻤﺎ ﻓَﺮَﻁْ * ﻭﻃﺎﻝَ ﻓﺎﻹِﻳﺠﺎﺯُ ﻓﻴﻪ ﻳُﺸْﺘَﺮَﻁْ

Copas jika terlalu panjang maka ringkasan inti diperlukan

ﻭﻏُﺺْ ﺃﺧﻲ ﻟِﻠﺒﺤﺚِ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﺎﺋﻖِ * ﻭﺍﻛْﺸِﻒْ ﺣِﺠﺎﺏَ ﺧُﺮَّﺩِ ﺍﻟﺪَّﻗﺎﺋﻖِ

Jangan membahas hakikat-hakikat dan singkaplah hijab-hijab masalah rumit

ﻭﺍﺑْﻌَﺪْ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞِ ﺍﻟﻌِﻮﺍﺹِ ﻓﻲ * ﻃَﺮﺣِﻚَ، ﺇﺫْ ﺗُﻀِﻴﻊُ ﻭﻗﺖَ ﺍﻟﻮﺍﺻِﻒِ

Jauhilah masalah-masalah rumit dalam statusmu, nanti bisa menyia-nyiakan waktu yang berharga.

Rabu, 17 Februari 2016

Kang Jamal dan Kates Dalam Muktamar NU 1984

NU ngudud eta teh pak Jamal (tapi nga-akang-ken, padahal tos gaduh incu, jadi Kang Jamal weh), putrana kyai saha lah.. hilap deui..(ke mun inget deui insya allah status ieu diedit).
Kang Jamal ieu Akangna Sekretaris PCNU.

Nah... kalo yg tepat disampingku itu Rois PCNU Subang.

Cerita yang sampai saat ini diingat sm Kang Jamal ttg bapake adalah pada saat Muktamar NU di Situbondo tahun 1984.

Saat itu katanya Bapake sakit,mungkin krn lelah. Kang Jamal lah yg ngurus dan mijitin bapake. (Haturnuhun Kang)

Ceritanya, kang jamal ini disuruh beli 'kates', (kenapa bukan beli kopi aja atuh pak? Biar seger dan sehat lagi... :D ).

Dengan sigap. Kang Jamal langsung muter2 kesana kemari dengan 1 tujuan, yaitu nyari dan beli 'kates', tapi sayangnya gak ketemu. (Lupain soal kopi dulu, sbb kates yg paling diburu)

Akhirnya Kang Jamal balik lagi ke arena Muktamar dan laporan bahwa para pedagang gak ada yg jualan 'kates'. Saat itu juga kang jamal diberitahu bahwa kates itu kalo bhs indonesianya adalah Pepaya.

Setelah diketahui ttg sosok makhluk barnama kates, Kang Jamal keluar lagi dan akhirnya bisa mendapatkan kates alias kopi satetes, ups, maksudna alias pepaya alias gandul.

#Sekian

Kamis, 04 Februari 2016

Mayjen H. Moh. Anwar, Asli Putera Caracas (Part 2)

Oia, hampir (sengaja) lupa dengan Caracas, apa itu Caracas?. Jika disec di mbah gugel meps, kita akan ditujukan pada sebuah wilayah yang ada di Amerika Latin, Ya... itu Caracas Ibukota Negara Venezuela.

Namun bukan Caracas Venezuela itu yang ku maksud, tapi Caracas tempat kelahiranku yang juga tempat dilahirkannya tokoh yang sedang/akan kuceritakan ini, Mayjen H. Moh. Anwar.

Caracas adalah sebuah desa (menurut orang-orang) cukup terpencil, karena berada di perbatasan Kecamatan Kalijati, Cipeundeuy dan Purwadadi. Kalau tingkat negara, mungkin seperti Aceh, Papua dan Kalimantan Utara yang berada di ujung wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Caracas merupakan desa yang ada di wilayah Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Entah siapa yang memberi nama pada desaku ini.

Namun sebagian ada yang meyakini bahwa asal muasal diberi nama Caracas dimulai dari beberapa orang yang sedang berteduh karena kehujanan.

Saat berteduh, mereka menghangatkan diri dengan membakar kayu, saat itu air hujan menetes diatas kayu bakar yang sedang menyala, seketika muncul bunyi: creces, creces, creces....

Entahlah, cerita itu nyata atau hanya fiksi, namun yang jelas, sampai saat ini aku cukup bangga dengan tanah airku.

Kembali ke leptop, sampai dimana ceritanya tadi? Oia, sampai pada obrolan yang membuatku kaget tentang paman Kaji Beben yang jadi Jenderal Bintang Dua.
(Bersambung)

Selasa, 02 Februari 2016

Mayjen H. Moh. Anwar, Asli Putera Caracas (Part 1)

Malam itu, Selasa (2/2/2016), sekira pukul 21.00-an WIB (Waktu Iraha Bae... :D ), aku disamper H. Aep Robayat untuk maen ke rumahnya H. Baban. Kepada Haji pertama aku biasa memanggilnya Kaji Ngaep.

Kaji Ngaep memang pernah ke Mekkah, bersama istrinya dia pernah melaksanakan ibadah umroh disana, disebut Haji karena memang umroh kan Haji Kecil.

Sementara kepada Haji kedua, aku memanggilnya Kaji Beben, dia belum pernah ke Mekkah, namun aku yakin cepat atau lambat dia akan ke Mekkah, entah Umroh, syukur-syukur Haji.

Aku manggil Kaji Beben berawal dari nama akun Pesbuk miliknya yang diberi nama Haji Muhidin Baban, nama asli dia sebenarnya adalah Baban Sobandi, diberi nama Haji Muhidin mungkin karena terinspirasi sama salah satu tokoh nyeleneh dalam film Tukang Bubur Naik Haji.

Di rumah Kaji Beben, kami ngopi sambil ngobrol kesana kemari, mulai dari ngobrolin yang serius, seperti perkembangan lembaga pendidikan yang ada di desa kami, sampai obrolan yang ringan, seperti ngobrolin grup watsap kami.

Grup medsos tersebut tak pernah memiliki nama yang paten, setiap hari bahkan setiap waktu nama subjek grupnya selalu diganti oleh anggotanya yang kebetulan gak ada kegiatan, bahkan tidak jarang kami melakukan ceting dalam judul subjek, bukan dalam kolom ceting sebagaimana umumnya.

Kami ngobrol di bale Kaji Beben yang ada di depan rumahnya, kebetulan bale itu belum lama ini baru diresmikan. Selain aku, Kaji Beben dan Kaji Ngaep, ada juga Pak Ayi, kakak keduaku yang udah duluan datang di rumah Kaji Beben untuk urusan tertentu.

Gak lama kemudian, datang lagi orang, entah siapa namanya, namun orang-orang biasa manggil dia dengan sebutan Ujang, dalam obrolan saat itu dia cerita soal bisnis bebeknya di daerah Cilamaya, bebeknya udah puluhan rebu.

Kami lagi ngobrol, muncul orang lagi, Isak nama pendeknya, gak tau nama panjangnya, bisa jadi Isak Newton, si penemu gaya gravitasi itu. Dia salah satu Ketua RW di desa kami, dia pun sama, punya gelar haji, karena rakyatnya biasa manggil Haji Isak, padahal dia belum ke Mekkah, aku gak tau asal muasal gelar Haji dia ini, tapi aku ya ikutan aja manggil dia Kaji Isak.

Waktu semakin malam, Pak Ayi, Ujang dan Kaji Isak pulang gak beraturan waktu. Tinggal kami bertiga. Ngobrol kesana kemari, namun ada obrolan yang cukup membuatku kaget, ternyata Kaji Beben punya paman yang pernah jadi Pejabat Militer berpangkat Mayjen (Mayor Jenderal), namanya Mohammad Anwar, terakhir memegang Jabatan sebagai Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut periode 1971-1977.
(Bersambung)

Untuk melanjutkan Klik <a href="http://al-fikar.blogspot.com/2016/02/mayjen-h-moh-anwar-asli-putera-caracas_4.html"> DISINI </a>